Ibu Lansia Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan Pangkalan Kerinci 

Pangkalan Kerinci (sahabatlincah.com) - Warga di kawasan Terusan Baru, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah kontrakan, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban ditemukan di ruang tengah rumah dalam kondisi tergantung menggunakan kain gorden.

Kapolsek Pangkalan Kerinci Polres Pelalawan Kompol Shilton SIK MH membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban diketahui bernama Hartanti (61), warga Jalan Langgam KM 3, RT 001/RW 002, Terusan Baru, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat.

Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Kresna Naisah, yang hendak membeli telur di warung yang juga menjadi bagian dari rumah kontrakan korban.

Kresna merasa curiga karena pintu rumah korban dalam keadaan terkunci dari dalam, tidak seperti biasanya. Setelah beberapa kali memanggil korban tetapi tidak mendapat jawaban, saksi kemudian mengintip melalui celah pintu dan melihat bayangan seperti seseorang dalam posisi tergantung.

Warga yang melihat kondisi tersebut kemudian meminta bantuan tetangga lainnya, Mahyaruddin Saragih, untuk memastikan keadaan korban. Setelah melihat melalui celah pintu, Mahyaruddin kemudian mendobrak pintu rumah dan berupaya memberikan pertolongan.

Namun, korban diduga telah meninggal dunia saat ditemukan. Warga selanjutnya menghubungi layanan Call Center 110 Polres Pelalawan untuk meminta bantuan kepolisian.

Tim Polsek Pangkalan Kerinci kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu helai kain gorden jendela berwarna cokelat dan satu buah kursi kayu.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk tetangga dan anak korban, sejauh ini tidak ditemukan informasi bahwa korban sedang menghadapi persoalan utang piutang, perselisihan dengan warga sekitar, maupun keluhan penyakit berat.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian korban.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Selasih untuk dilakukan pemeriksaan visum luar. Hasil pemeriksaan menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan jejas atau bekas melingkar pada bagian leher.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan. Kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap korban dan selanjutnya akan dibuat surat pernyataan penolakan autopsi.

Kepolisian juga merencanakan menyerahkan jenazah beserta barang bukti kepada pihak keluarga setelah seluruh proses penanganan yang diperlukan selesai dilakukan.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian dan menyerahkan penanganan perkara kepada pihak berwenang. Marlon S.)

TERKAIT